Pupuk Organik Ngalian (PON); Pupuk Organik Asal Kohe Lebih Ekonomis dan Aman

Jadi Petani Itu Berat biar kita saja……

Dimasa Pandemi Covid-19 tetap semangat menuju pertanian berdaulat, Masyarakat Desa Ngalian, Widodomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta meluncurkan produk pupuk organik dengan memanfaatkan limbah kotoran ternak sapi dengan merk Pupuk Organik Ngalian (PON). Kotoran hewan (Kohe) sapi selain mampu diolah menjadi biogas ternyata bermanfaat diolah menjadi pupuk organik. Pupuk jenis ini bisa diperoleh dengan harga murah, memiliki nilai ekonomis serta aman bagi tanaman. “Sampai saat ini masih ada kotoran sapi dibuang. Padahal, kotoran itu dapat lebih bermanfaat setelah melalui proses pengolahan menjadi kompos atau pupuk organik,” kata Minto Hartono Penyuluh Pertanian Swadaya(PPS) Kabupaten Sleman dan aktif sebagai pengerak ekonomi Masyarakat.

Berdasarkan penelitian satu ekor sapi menghasilkan kotoran rata-rata 8-10 kilogram perhari. Dari data yang ada di kandang kelompok Taruna Mandiri dipelihara sebanyak 97 ekor sapi, maka kotoran basah yang dapat dikumpulkan mencapai 970 kilogram perhari.

Menurut Hari, Pupuk organik ini merupakan pupuk organik yang berasal dari kotoran hewan yang telah mengalami proses dekomposisi atau pelapukan. Selama ini kotoran hewan tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan sebagai pengganti pupuk buatan (pupuk organik).

Menurut Kaweco “Pupuk organik yang baik adalah yang sudah cukup mengalami pelapukan dan dicirikan oleh warna yang sudah berbeda dengan warna bahan pembentuknya, tidak berbau, kadar air rendah dan sesuai suhu ruang. “Pupuk organik dapat memperbaiki struktur tanah untuk lahan pertanian, maka perlu dilakukan pembuatan pupuk organik  dari kotoran sapi, sehingga peternak sapi akan mendapatkan nilai tambah,” jelasnya.

Sedangkan menurut Nuhari Ketua RT 1 yang kebetulan rumahnya berdekatan dengan dengan Kandang kelompok Taruna Mandiri, menyambut dengan senang hati dengan di produksinya PON ini, karena dengan pemanfaatan Kotoran  sapi selain dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk pembenahan lahan tanah pertanian, sehingga dapat meningkatkan produksi tanaman. Beliau juga menambahkan manfaat lainnya yaitu kandang menjadi lebih bersih dan sehat serta mengurangi pencemaran lingkungan, mengurangi  populasi lalat di sekitar kandang.

Dengan adanya program UPPO dari Dinas Pertanian Kabupaten Sleman dan Pusat ini, Kelompok Ternak Taruna Mandiri dan Kelmpok Tani Mekar mampu memproduksi 3,150 Ton perminggu.

Harga Jual Pupuk Organik PON ini 18 Ribu/ Karung, 1 karung berisi 20 kg, sehingga kelompok ini mendapat penghasilan kotor seminggu sekali kurang lebih Rp. 2.835.000.

Semangat dulur Petani, menuju Petani Berdaulat

 

———————————–

08/07/2020 KIM Lumintu, Pak De

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat