Peran Penting Pemuda Ngalian dalam Pencegahan Virus Covid 19

Wabah Virus yang berkembang dengan menyerang bagian sistem pernapasan sekarang ini disebut COVID-19. Virus Corona ini bisa menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, sampai kematian.

Pemerintah dan lembaga lainnya telah memberikan himbauan lewat Surat Edaran atas situasi ini, salah satunya seperti kondisi lockdown yang merupakan tindakan darurat atau kondisi saat orang-orang untuk sementara waktu dicegah memasuki atau meninggalkan area yang telah ditentukan selama ancaman bahaya berlangsung.

Untuk dusun Ngalian, Widodomartani, Ngemplak, Sleman,  bukan menerapkan lock down murni tetapi Calmdown hal ini setelah mendapatkan masukan dalam koordinasi dengan tokoh masyarakat.

Ada beberapa aspek yang harus dipertimbangkan antara lain aksesibilitas masyarakat dan perekonomian yang harus jalan. “Berdasarkan pertimbangan ini maka kegiatan Calmdown yang dilaksanakan fokus kepada orang asing dari luar dusun dan pemudik yang akan masuk ke dusun yang kita data,”  ujar Nugroho ketua Pemuda Pemudi Ngalian (P3N).

Dalam situasi ini juga, banyaknya kendala yang dihadapi antara lain informasi hoaks yang beredar di sosial media baik Facebook, WA, dll, seputar virus Corona semakin tak terbendung. Banyaknya grup-grup sosial media membuat orang yang tidak mengetahui kebenaran sebuah informasi yang beredar gampang untuk mempercayai dan bahkan ikut me-repost ke grup Whatsapp lainnya dan masyarakat yang ngeyel tidak mengindahkan himbauan seperti membongkar tanda larangan masuk, masih kumpul-kumpul tidak melakukan social distance.

 

“Untuk itu pemuda Ngalian, Widodomartani, Ngemplak, Sleman harus menjadi penyambung lidah kepada masyarakat dalam menyampaikan apa yang menjadi momok kegelisahan masyarakat, terkhususnya masyarakat Ngalian,” ujar Danis Pravita.

Danis Pravita dan Nugroho selaku pengerak P3N menjelaskan bahwa pemuda itu bukan cuma wira-wiri, cuek dengan wabah ini bahkan menyepelekan. Mereka menjelaskan kegiatan P3N antara lain:

1. Memberikan informasi yang akurat dan aktual, memberikan himbauan yang bersifat antisipasi, dan menghilangkan kegelisahan atau ketakutan masyarakat terhadap virus ini. Kita tidak usah panik.

2. Menjadi tim Keamanan dalam masa Calm Down di dusun yang terjadwal yang berfungsi untuk mendata tamu yang dari luar dusun dicatat identitas diri dan tujuan datang ke dusun.

3. Membuat Masker dari kain sejumlah 300 buah dan dibagikan gratis kepada masyarakat dusun.

4. Aktif menjadi tim penyemprotan disinspektan ke seluruh rumah dan fasilitas umum dusun.

Semoga kegiatan yang kecil ini, memberikan kontribusi wabah Penyakit ini segera berakhir.

(KIM Lumintu-Pak De)

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat