Pelaku UMKM Kecamatan Ngemplak Mengeliat Dalam Masa Pandemi Covid-19

Dampak Pandemi COVID-19 mengakibatkan permintaan pasar cenderung menurun yang mengakibatkan pelaku UMKM terancam gulung tikar karena merosotnya pendapatan, serta kegiatan yang sudah diagendakan untuk promosi turut juga berhenti.

Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Ngemplak berjumlah 150  dengan aneka usaha. Dalam menghadapi kondisi tersebut UMKM kembali menggeliat mencari mengadakan pertemuan untuk mencari solusi setelah Pemerintah menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru.

Bertempat di Kandang Kebo, Ngalian, Widodomartani, Ngemplak, Sleman. Pada hari Minggu, 2 Agustus 2020 pukul 15.30, yang dihadiri 10 orang pengurus melaksanakan musyawarah membahas program kerja dalam formasi kepengurusan yang baru sesuai  Surat Keputusan Camat Ngemplak Nomor: 23/SK.Camat/2020. Dalam sambutannya Yuwono, selaku Ketua II menyampaikan perlunya landasan yang kuat serta mau dibawa ke mana arah dan tujuan forum ini. Diharapkan evaluasi kepengurusan periode yang lalu menjadi bahan evaluasi agar ke depan lebih fokus pada capaian tumbuh-kembangnya UMKM di Ngemplak yang potesial ini.

Selanjutnya ditambahkan Wiwiek Ambarwati (Ketua I) pentingnya merunut sejarah berdirinya forum agar menjadi landasan yang kuat untuk menentukan tujuan selanjutnya.  Seperti yang telah diketahui bersama bahwa Kecamatan Ngemplak beserta jajarannya sangat mendukung kemajuan forum dengan harapan dapat menjadi wadah UMKM di wilayahnya untuk memunculkan potensi yang ada. Salah satu hal yang menjadi bahan diskusi adalah eksistensi yang diwujudkan dengan menentukan tempat yang definitif dan strategis.

Forkom UMKM ini membutuhkan tempat sebagai ajang pemasaran bisnis menjadi salah satu penentu keberhasilan program kerja, untuk itu perlu keberanian untuk  memastikan  kawasan mana saja yang akan dijadikan area dan titik-titik pemasarannya. Pemilahan yang selektif dari pelaku UMKM perlu dipetakan, sehingga jelas sasaran dan penanganannya, hal ini diungkapkan Oki pemilik Giriwangi yang merintis berbagai ekstrak minyak nabati tersebut.

Tuti Harjanti (Bendahara FORKOM UMKM) mengusulkan bagaimana kemungkinannya untuk membentuk badan usaha dalam rangka menjawab berbagai tantangan seperti bansos maupun hibah yang mempersyaratkan legalitas misal berbentuk koperasi salah satunya.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Minta Harsana selaku (Seksi Jaringan Usaha dan Kemitraan FORKOM UMKM Ngemplak) menyampaikan banyak sekali peluang terkait pendanaan maupun jejaring kemitraan usaha. Bermitra tentunya harus didukung dengan performa dan komitmen yang tinggi setiap anggota FORKOM. Kecamatan Ngemplak menentukan produk yang menjadi unggulan, dan menguatkan Tata Kelola dalam keunangan.

Nuradi Indrawijaya (Sekretaris II), menambahkan pentingnya data base sebagai sarana dalam rangka membangun Big Data UMKM Ngemplak. Data base ini menjadi salah satu program kerja utama yang menjadi acuan dasar capaian kegiatan dalam rangka memenuhi tantangan jaman di era digital dan industri 4.0, Sekaligus Nuradi menyampaikan hasil kesimpulan Musyawarah FORKOM UMKM Ngemplak antara lain, perlunya legalitas kelembagaan FORKOM UMKM Ngemplak baik berupa legalitas disisi fasilitas tempat kegiatan maupun legalitas kelembagaan; menguatkan Visi dan Misi yang akan dicapai;  segera menyusun data base UMKM Ngemplak; dan menentukan produk unggulan UMKM Ngemplak.  (PakD)

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat