Sejarah Kapanewon Ngemplak

Kapanewon Ngemplak merupakan salah satu kapanewon (kecamatan) di wilayah Kabupaten Sleman, yg beralamat di Jangkang, Widodomartani, Ngemplak, Sleman, 55584 (koordinat : 7°41’52,96″ LS 110°26’42,23″ BT). Kapanewon Ngemplak dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Pemerintah Kabupaten Sleman. Sedangkan  kedudukan, susunan organisasi, tugas dan fungsi serta tata kerja Kanapewon diatur dengan Perbup Sleman Nomor 2.8 Tahun 2020

Menurut tutur masyarakat setempat, nama Ngemplak berasal dari bahasa Jawa “ngamplok” yg berarti memakan. Nama tersebut diambil dari kisah perjalanan Syekh Jumadiguno (Ki Ageng Wonolelo – putra Syekh Bela-Belu) bersama dengan pengikutnya. Saat itu, Syekh Jumadiguno menemukan sebuah Pohon Asem yg sangat besar dan berbuah lebat. Dikarenakan rasa letih dan lapar, kedua pengikutnya, yakni Surenggono dan Surenggodo kemudian memetik dan memakan (‘ngamplok’) buah asem tersebut. Berdasarkan peristiwa itu, Syekh Jumadiguno menamakan daerah tersebut dengan “Ngamplok Asem”.
.
Seiring dengan berjalannya waktu, nama wilayah kemudian berubah menjadi Ngemplak. Uniknya, nama “Ngemplak Asem” (perubahan kata dari ‘Ngamplok Asem’) masih digunakan sebagai nama salah satu pedukuhan di Kalurahan Umbulmartani, Kapanewon Ngemplak. Kemungkinan, tempat Surenggono dan Surenggodo memetik serta memakan buah asem tersebut berada di pedukuhan ini.
____
.
Kapanewon Ngemplak memiliki luas wilayah kurang lebih 35,71 Km persegi, dan terdiri dari 464 RT, 201 RW, 82 pedukuhan, serta 5 kalurahan, yakni :
1. Kalurahan Sindumartani
2. Kalurahan Bimomartani
3. Kalurahan Widodomartani
4. Kalurahan Wedomartani
5. Kalurahan Umbulmartani
.
Jumlah penduduk Kapanewon Ngemplak pada Semester II Tahun 2020 sebanyak 62.864 jiwa, yg terdiri dari 31.188 penduduk laki-laki, dan 31.676 penduduk perempuan (simak updatenya melalui : kependudukan.jogjaprov.go.id).

Sumber: instagram @birotapemsetdadiy

Open chat