History, Filosofi dan Digitalisasi dalam Pelatihan Aksara Jawa

*Pelatihan Aksara Jawa dengan tema History, Filosofi dan Digitalisasi di Kalurahan Wedomartani Ngemplak Sleman*

Pelatihan ini berlangsung selama 2 hari yaitu hari Jum’at dan Sabtu, 24 dan 25 September 2021 di Aula TK SD Model Blotan Wedomartani Ngemplak Sleman.
Acara yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kalurahan Wedomartani dan bekerjasama dengan Komunitas Aksara Segajabung, TBM Wijaya Kusuma dan TK SD Model ini diikuti oleh 28 guru-guru SD di wilayah Wedomartani.
Ada 4 materi penting pada pelatihan ini yaitu
1. Sejarah dan tata tulis aksara Jawa
2. Aksara Jawa dalam naskah Dinas
3. Digitalisasi aksara Jawa
4. Kesantunan dan filosofi aksara Jawa.
Materi tersebut disampaikan oleh para praktisi aksara Jawa yaitu Setya Amrih Prasaja, Joko Elysanto, Kingkin Winanti Nurdiana dan Arif Budiarto.
Tujuan utama diadakan pelatihan ini adalah agar guru-guru yang merupakan agen perubahan, dapat memberikan wawasan dan cara pandang tentang pentingnya melestarikan aksara Jawa pada murid-muridnya. Di jaman yang serba digital ini, anak-anak mengalami berbagai gempuran teknologi yang pada akhirnya dapat mempengaruhi pola pikir dan tata nilai budaya di masyarakat.
Teknologi bukan untuk dihindari tapi justru bisa dimanfaatkan untuk mengenalkan kembali tata nilai budaya dan kemasyarakatan kepada anak-anak kita melalui pendekatan teknologi.
Salah satu yang bisa kita lakukan adalah dengan mengenalkan teknologi dalam mempelajari aksara Jawa. Aksara Jawa yang selama ini dianggap sebagai momok pelajaran paling sulit ( selain Matematika ) di sekolah, harapannya ke depan akan menjadi pelajaran yang menyenangkan. Hanya dengan menekan tombol keyboard di HP atau laptop, anak-anak sudah bisa berkomunikasi dengan menggunakan aksara Jawa.
Dan mulai sekarang, anak-anak bisa belajar aksara Jawa dengan cara kekinian yaitu melalui digitalisasi aksara Jawa.
Hal ini menjadi salah satu cara / metode yang bisa dipakai untuk memasifkan aksara Jawa di masyarakat agar tetap terjaga dan lestari keberadaannya.
Semoga aksara Jawa dapat menjadi tuan rumah di tanah kelahirannya.
Salam literasi.
Ayo membaca.
Ayo berkarya.
( Laporan Hastuti Setyaningrum / KIM Lumintu Ngemplak )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat