Perekaman EKTP Pasca Pernyataan Kemendagri 30 September

“Segera mengurus perekaman KTP elektronik, sebelum 30 September 2016, kalau tidak data kependudukan akan dihapus, dinonaktifkan, tidak diakui sebagai data WNI.” Akhir Agustu skemarin beredar isu dan berita mengenai batas akhir rekam data EKTP, terkait pernyataan Kemendagri Tjahjo Kumolo.  Sejak tanggal 28 Agustus terjadi lonjakan permohonan  EKTP di Kantor Kecamatan Ngemplak,, tiga hari sejak tanggal 28 sd. 31 Agustus, berkas yang masuk sudah 313 berkas , sedangkan rata-rata permohonan KTP tiap bulan berkisar 400 pemohon, dalam 3 hari sudah mencapai 313 berkas karena pemberitaan media mengenai batas akhir rekam data EKTP tsb. Pernyataan Kemendagri tersebut tidak berdasar pada peraturan perundangan-undangan maupun koordinasi di tingkat daerah, sehingga petugas yang di lapangan yang kewalahan melayani lonjakan pemohon KTP, padahal sebelumnya, sejak dilimpahkannya wewenang cetak KTP elektronik di daerah 2015 lalu, proses perekaman dan pencetak KTP el di daerah terutama Kecamatan Ngemplak berjalan kondusif, dengan pencetakan 3.431 keping KTP el sejak Januari 2016 sampai 26 Agustus 2016. Melebihi target pencetakan bulanan 400 / bulannya.

November 9, 2016

Tag:, ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *