Ogoh -Ogoh & Bergodo Ngemplak warnai Pelangi Budaya Bumi Merapi

pelangi budayaDinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman menggelar event budaya dengan tajuk “Pelangi Budaya Bumi Merapi”. Festival ini digelar selama tiga hari berturut-turut mulai Jumat – Minggu, 25 – 27 September 2015, di kompleks Pemkab Sleman. Pengemasan tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pelangi Budaya Bumi Merapi adalah perpaduan tiga event besar di Sleman yakni, Festival Kesenian Sleman, Bregada Prajurit, dan Kirab Pelangi Budaya. Event yang dikemas dalam bentuk kirab budaya ini merupakan wujud ekspresi kehidupan seni budaya masyarakat Sleman. Masyarakat Sleman adalah masyarakat ‘Bumi Merapi’ yang secara riil memiliki kompleksitas dan realita budaya yang masih kental dan terinternalisasi di kalangan masyarakat.

Pada hari pertama, Jumat 25 September 2015 pukul 14.30 WIB akan disajikan kegiatan utama berupa Festival Kesenian Sleman dengan format Pawai Seni Tiga Dimensi atau yang kita kenal sebagai ogoh-ogoh , dari 17 kecamatan se-Kabupaten Sleman. Start dari Lapangan Denggung menuju finish di Lapangan Pemda Sleman. Kecamatan Ngemplak turut berpartisipasi dalam festival ini dengan menampilkan Kelompok Kesenian Jathilan “Mustiko Putro “ dari Desa Umbulmartani.
Di hari kedua, Sabtu 26 September 2015 mulai pukul 11.00 WIB akan disajikan Festival Bregada Prajurit yang melibatkan 32 kontingen dari 17 kecamatan se Kabupaten Sleman dengan start dari lapangan Pemda menuju Lapangan Denggung. Kecamatan Ngemplak mengirimkan 2 kontingen, yaitu bergodo “Reog Turonggo Suro “dari dusun Pencar – Sindumartani, dan bergodo “Ki Ageng Wonolelo “ dari Pondok II Widodomartani.
Dengan adanya karnaval ini masyarakat dapat memberi apresiasi positif terhadap asset budaya yang kita miliki. Salah satu cara untuk melestarikan tradisi dan meminimalkan pengaruh negatif dari alkulturasi budaya sebagai akibat zaman globalisasi.

September 28, 2015

Tag:, ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *