Batas Rekam EKTP 30 September 2016 ?

Pembicaraan mengenai batas akhir rekam data EKTP  yang gencar diberitakan tanggal 30 September 2016 ini membuat sebagian warga resah, Kementerian Dalam Negeri mencatat jumlah warga yang belum melakukan perekaman data e-KTP sampai saat ini masih sekitar 22 juta orang yang tersebar di berbagai daerah. Maka dari itu, Kemendagri menegaskan, batas waktu perekaman data e-KTP yang semula akhir September ini diundur menjadi pertengahan 2017 mendatang untuk memberikan kesempatan bagi yang belum melaksanakan. Perekaman data EKTP sendiri memang secara teknis tidak dibatasi, selama negara masih menjalankan sistem KTP, dan belum mengganti sistem EKTP dengan sistem lain yang baru, pelayanan perekaman data EKTP akan terus dilakukan, karena selain wajib data EKTP program massal 2011 yang lalu, tiap tahun akan muncul daftar wajib EKTP bagi pemula. Terlepas dari proses penyelidikan KPK terhadap anggaran dan proyek pengadaan KTP TA 2011-2012 , pemerintah tetap menjalankan program KTP elektronik ini, sehingga tetap akan dilaksanakan perekaman data sebagai input data penduduk. Di Kecamatan Ngemplak tercatat selama bulan September jumlah pemohon KTP, yang teridiri dari pemula, pergantian pindah datang , perubahan data maupun rusak hilang, sejumlah 2.175 , dari rata -rata 400 pengajuan tiap bulan. Terjadi lonjakan yang sangat signifikan, yaitu  545 % . Menanggapi lonjakan permohonan EKTP di seluruh kantor pelayanan , Kemendagri menyampaikan bahwa sisi positifnya bahwa dari 22 juta wajib EKTP itu pada akhirnya mendatanagi kantor pelayanan untuk mengurus EKTP karena data penduduk akan di nonaktifkan  apabila sampai deadline ybs belum melakukan perekaman EKTP, sehingga tidak bisa menggunakan layanan dan bertransaksi dengan Bank, BPJS, Imigrasi, dll.

November 9, 2016

Tag:,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *