Pengukuhan Tim POB Kecamatan Ngemplak

Dari komposisi geografis, geologis, hidrologis dan demografis, Kabupaten Sleman memiliki potensi resiko bencana baik akibat faktor alam, non alam maupun bencana sosial. Kecamatan Ngemplak termasuk dalam daerah rawan bencana Merapi. Berkaca dari dampak yang ditimbulkan oleh bencana pada tahun-tahun lalu, menjadi tanggung jawab bersama untuk dapat mengantisipasi kemungkinan resiko bencana yang mungkin terjadi, untuk itu diperlukan kesiapsiagaan semua jajaran, baik pemerintah, swasta dan tentu saja seluruh komponen masyarakat dalam upaya pengurangan resiko bencana.

Sesuai dengan Undang – Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, seluruh pemangku kepentingan dan elemen masyarakat, harus tanggap terhadap ancaman bencana bukan hanya saat terjadi tanggap darurat bencana, tetapi juga pada pra bencana dan pasca bencana. Penanggulangan bencana, tidak lagi di titik beratkan hanya pada penanganan kedaruratan, namun lebih pada upaya pengurangan resiko bencana, yang menuntut adanya kesiapsiagaan seluruh pihak.bpbd3

Senin, 21 November 2016, Sri Muslimatun Wakil Bupati Sleman mengukuhkan Pengurus Unit Operasional Penanggulangan Bencana Tingkat Kecamatan dan Unit Pelaksana Penanggulangan Bencana Tingkat Desa di Kecamatan Ngemplak. Pengukuhan ini diharapkan, dapat memperkuat jajaran aparatur dalam pengurangan resiko bencana di Kabupaten Sleman, khususnya di wilayah Kecamatan Ngemplak. Tim unit operasional dan unit pelaksana penanggulangan bencana operasional di Ngemplak berjumlah 38 orang .  Tim ini dilengkapi dengan sejumlah peralatan penanggulangan bencana, seperti sen saw besar dan kecil, handytalk dan genset. Adapun di setiap desa, terdapat antara 29 hingga 44 personil unit penanggulangan bencana yang juga dibekali sejumlah peralatan . Kepala Desa menjadi ketua unit pelaksana penanggulangan bencana. Mereka bertanggungjawab untuk menanggulangi bencana di desanya masing-masing

Berkenaan dengan hal tersebut, dihimbau kepada seluruh pihak untuk dapat mengoptimalkan upaya mitigasi bencana bukan hanya pada saat terjadinya bencana namun juga ketahanan masyarakat sebagai upaya pengurangan resiko bencana di wilayah.

Desember 8, 2016

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *